Terdapat sebuah ungkapan bahasa inggris yang menarik untuk kita hayati yaitu "Today a reader, tomorrow a leader", secara sederhana bisa kita mengartikannya kurang lebih "Hari ini sebagai seorang pembaca, besok lusa adalah pemimpin bangsa". Berdasarkan qoute tersebut, maka kita bisa menafsirkan bahwa seorang pemimpin seharus adalah seorang pembaca. Karena ide-ide besar, gambaran besar dan kejelasan masa depan hanya tergambarkan oleh mereka yang otaknya terisi. Diisi oleh pengetahuan-pengetahuan.
Disamping quates diatas kita juga harus mengetahu banyak sekali manfaat membaca, selain menambah wawasan, manfaat membaca juga :
1. Membentuk Cara Berpikir Lebih Baik
Pertama, membaca membentuk cara berpikir yang lebih baik. Membaca adalah salah satu cara paling efisien untuk memperoleh informasi. Pemimpin memerlukan sangat banyak bentuk pengetahuan umum agar mampu menangkap peluang. Membaca juga meningkatkan kemampuan analisa. Kita jadi mudah mengenali pola dan kaitan di antara berbagai informasi yang seolah tidak saling berkaitan.
2. Membaca Meningkatkan People Skills
Kedua, bertolak belakang dengan anggapan umum, membaca meningkatkan people skills. Berbagai kisah dalam novel, biografi, atau memoar mengajar kita memahami sudut pandang orang lain lewat pengalaman dan motivasi mereka.
3. Membaca Melatih Komunikasi
Ketiga, membaca membantu berkomunikasi lebih efektif. Luasnya topik bacaan memperkaya kita dengan perbendaharaan kata yang jarang terdengar di televisi. Ini penting bagi pemimpin sebab banyaknya perbendaharaan kata bukan hanya membantu komunikasi yang lebih akurat. Perbendaharaan kata yang luas membantu kita memilih kata-kata yang lebih persuasif sehingga mendorong orang lain berperilaku seperti yang kita harapkan.
4. Membaca Menurunkan Stres
Keempat, membaca membantu kita mengendorkan urat syaraf. Salah satu kemampuan yang mutlak dimiliki pemimpin adalah mengelola tingkat stresnya. Yang menarik, kegiatan membaca serta merta menurunkan kadar stres kita.
5. Membaca Membuat Awet Muda
Membaca membuat pikiran kita tetap tajam sekalipun kita bertambah tua. Bahkan dengan olahraga otak lewat buku dan bacaan lainnya kita bisa mencegah kepikunan di hari tua.
Nah, kesimpulannya, kalau mau jadi pemimpin, kita cuma perlu gemar membaca. Seorang pemimpin yang gemar membaca akan tergambarkan ketika berbicara atau menyampaikan sesuatu. Ia akan mengeluarkan kata - kata yang bermakna. Kita harus bisa memanfaatkan itu semua. Jangan hanya terlena akan kecanggihan teknologi sekarang. Kita sebagai generasi harus bisa berfikir kedepan untuk lebih baik.
Semogah bermanfaat :)
#kkldriainpadangsidimpuan2020
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=986948041750176&set=a.339457743165879&type=3&app=fbl
https://www.instagram.com/p/CDz_UjppyO1/?igshid=15xf85osjigvc
Komentar
Posting Komentar