Langsung ke konten utama

31 Juli 2020 "History Of Eid Adha"

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalamualaikum everyone!

Disini kita akan membahas mengenai sejarah eid adha. 

Yuk disimak 😇

  Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Jika kita menengok sisi historis dari perayaan Idul Adha ini, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim, yaitu ketika Beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih menyusu. Mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun. Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu, apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu, ditempatkan di suatu tempat paling asing, di sebelah utara kurang lebih 1600 KM dari negaranya sendiri palestina. Tapi baik Nabi Ibrahim, maupin istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakkal.

Karena pentingnya peristiwa tersebut. Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an: 

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya: Ya Tuhan kami sesunggunnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (sedemikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah gati sebagia manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS Ibrahim: 37)

Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” artinya hari raya penyembelihan. Hal ini untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim. Akibat dari kesabaran dan ketabahan Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah kehormatan “Khalilullah” (kekasih Allah).

Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dalam sejarah umat islam sangat bersejarah dalam hal ini. Peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail diatas, bagi kita harus dimaknai sebagai pesan simbolik agama, yang mengandung pembelajaran paling tidak pada tiga hal;

Pertama, ketakwaan. Pengertian taqwa terkait dengan ketaatan seorang hamba pada Sang Khalik dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya. 

Kedua, hubungan antar manusia. Ibadah-ibadah umat Islam yang diperintahkan Tuhan senantiasa mengandung dua aspek tak terpisahkan yakni kaitannya dengan hubungan kepada Allah (hablumminnalah) dan hubungan dengan sesama manusia atau hablumminannas. 

Ketiga, peningkatan kualitas diri. Hikmah ketiga dari ritual keagaamaan ini adalah memperkukuh empati, kesadaran diri, pengendalian dan pengelolaan diri yang merupakan cikal bakal akhlak terpuji seorang Muslim. Akhlak terpuji dicontohkan Nabi seperti membantu sesama manusia dalam kebaikan, kebajikan, memuliakan tamu, mementingkani orang lain (altruism) dan senantiasa sigap dalam menjalankan segala perintah agama dan menjauhi hal-hal yang dilarang. 

Hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan shalat Idul Adha, bahwa hakikat manusia adalah sama. Yang membedakan hanyalah taqwanya. Dan bagi yang menunaikan ibadah haji, pada waktu wukuf di Arafah memberi gambaran bahwa kelak manusia akan dikumpulkan dipadang mahsyar untuk dimintai pertanggung jawaban.

Semoga bermanfaat :)

#kkldriainpadangsidimpuan2020


https://www.instagram.com/p/CDdQOBNJBav/?igshid=vsmmpx179skx

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=980343672410613&set=a.339457743165879&type=3&app=fbl

Komentar

Postingan populer dari blog ini

12 Agustus 2020 "Pendidikan Serta Dakwah Keagaamn Islam"

Day 29  Let's talk about pendidikan serta dakwah islam mengenai ilmu Disimak yaaa    Ilmu diperoleh dengan cara dipelajari. Tidak ada ilmu yang diperoleh melalui warisan. Orangtua boleh alim, tapi kealimannya tidak bisa otomatis diwariskan kepada keturunannya. Tanpa belajar dan usaha yang masif, anak orang alim sekalipun akan bodoh. Dengan tekun belajar dan usaha keras, anak petani yang bodoh pun, akan menjelma menjadi orang pintar dan alim. Hasil segala sesuatu bergantung besar-kecil usaha yang diupayakan. Usaha besar, hasilnya pun akan besar. Pun pula sebaliknya.  Tidak ada ilmu yang tidak boleh dipelajari. Semua ilmu boleh dipelajari dan diajarkan, kecuali ilmu yang mendatangkan mudarat kepada orang lain.     Mempelajari ilmu semacam ini hukumnya tidak diperbolehkan. Belajar ilmu sihir, misalnya. Meski demikian, ada ilmu yang mesti diutamakan dipelajari dan diajarkan. Yaitu, ilmu-ilmu yang berkaitan dengan akidah. Menget...

10 Agustus 2020 "Menghormati dan Menghargai Dalam Perbedaan"

Day 27 Assalamualaikum everyone Let's talk about moderasi beragama Disimak yaaa    Kita hidup di dunia ini memiliki perbedaan baik itu agama, ras, suku, bahasa, dan lain-lain. Namun itu bukan lah hal yang harusnya menjadi perpecahbelahan bagi kita, tetapi agar saling menghargai dan menghormati. Dengan saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lain, kita bisa punya lebih banyak teman. Baik yang berbeda Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan. Menghargai orang lain atau pihak lain juga mencakup bagaimana kita menghargai pendapat dan kebebasan beragama orang lain. Kita hendaknya juga tidak memaksakan kehendak kita kepada orang lain dan mengembangkan sikap toleransi dan simpati kepada orang-orang yang kita temui.   Sikap menghargai dan bersimpati ini dapat mulai kita lakukan dari lingkungan terkecil kita yaitu keluarga. Ayah, ibu, adik atau saudara sepupu dan saudara-saudara kita yang lain. Juga teman-teman di lingkungan sekolah atau kantor kita termasuk seni...

29 Juli 2020 "Cara Memakai Masker Yang Benar"

Day 15 Hi everyone! Siapa saja yang perlu menggunakan masker? - Orang yang batuk otau pilek. - Orang yang baru saja pulih dari sakit. Nah disini saya akan memaparkan cara memakai masker yang benar.  Mari disimak : 1. Tutup mulut, hidung dan dagu yaaa. Pastikan bagian masker yang berwarna mengikuti bentuk hidung Anda, dan berada disebelah depan. 2. Lepas masker yang telah digunokan dangan hanya memegang tali dan tarik kabelakang dibagian bowah dagu. 3. Setelah digunakan buang ke tempat sampah (untuk masker sekali pakai) INGAT !  Cuci tangan pakai sabun setelah membuang masker yong telah digunakan ke dalam tempat sampah yaaa. Semogah bermanfaat :) #kkldriainpadangsidimpuan2020 https://www.instagram.com/p/CDdMy2FpoaU/?igshid=1f0l9ynst1le1 https://www.facebook.com/photo.php?fbid=980331102411870&set=a.339457743165879&type=3&app=fbl